AddThis Social Bookmark Button

Mengapa harus beli yang kulit Asli? Pertanyaan itu sering membuat orang bingung. Alasan klasik produk kulit kan mahal. Jika Anda tahu bahwa memproses kulit sapi, domba dan kambing sampai bisa dipakai untuk menjadi bahan produk kulit telah mengalami proses kimia fisika yang panjang dan membutuhkan biaya yang cukup mahal tergantung kualitas yang akan dicapai.

Produk kulit yang mahal tentu sangat sesuai dengan kualitas dan keawetan suatu barang dan bandingkan dengan membeli produk kulit imitasi (PU atau plastik) tentu jauh dari sisi keawetan produk. Untuk itu perlu tidak kita mengetahui bagaimana memilih produk kulit dan membedakan kulit yang asli dengan yang imitasi?

JENIS KULIT SECARA GARIS BESAR:

  1. Kulit Nappa yaitu kulit dengan jaringan asli (bagian jangat) sebagai lapisan atasnya. Jenis kulit ini biasa dibilang kulit asli baik kulit sapi, domba dan kambing. Kulit ini sering kali diperbaiki tekstur permukaanya untuk koreksi dengan proses emboss karakter, sebagai contoh kulit asli motif Nappa (asli seperti kulit asal), motif mill, motif buaya, motif cetak batu dll. Walaupun telah mengalami koreksi pada permukaannya, bahan baku utama adalah kulit bagian atas.
  2. Kulit Action (action leather), yaitu kulit belahan ke 2 (bagian bawah), sering orang bilang kulit krecek (karena memang bahan baku membuat krecek dan rambak). Kulit ini diproses kembali dan tekstur permukaan diberi bahan lapis Imitasi biasanya bahan plastik (PU) dan sering disebut PU SPLIT. Kulit ini sering dipakai untuk jok mobil Japan yang berasal dari Korea. Kulit ini tidak sedikit yang dipakai oleh tas-tas dari Eropa dan China.

 

KULIT SINTETIS

  1. Kulit Sintetis PU yaitu sering orang bilang kulit imitasi merupakan bahan plastik poly uretan (PU) yang mudah dibentuk dan diproses sebagai pelapis suatu produk. Teknologi pembuatan bahan/kulit PU saat ini sangat maju dan pesat. Hampir-hampir tekstur permukaan kulit asli bisa ditiru dan bisa jauh lebih baik kenampakaannya. Namun kulit PU mempunyai life time atau keausan/keawetan maksimal 1 tahun pada suhu normal.
  2. Kulit sintetis PVC, yaitu jenis kulit sintetis yang terbentuk dari bahan PVC dicirikan dengan bau plastik yang menyengat khas plastik. Kulit PVC ini tidak seluas PU dalam proses dan teknologi kulit sistetis. Lebih awet dibandingkan PU, namun motif sulit dikembangkan.

 

Kalo dalam keadaan bahan baku kita mudah membedakan mana yang Kulit Asli (Nappa Leather), mana Action Leather dan mana yang kulit sintetis. Namun setelah menjadi produk jadi, kesulitan mulai terjadi. Jam terbang atau pengalaman menjadi guru terbaik bisa dipakai disini, supaya jika kita membeli produk kulit tidak tertipu bujuk rayu penjual yang tidak jujur.

Dalam membedakan kulit asli dengan action leather dan kulit sistetis dari pengalaman ahli perkulitan adalah Pegang Kulit Produk tersebut agak lama, gosok-gosok dengan tangan dan rasakan, jika memberi hawa lebih dingin berarti Kulit Asli dan jika memberi hawa lebih hangat berarti kulit sintetis.

Kenapa ini yang dipakai, karena jika membedakan kulit asli dan kulit sintetis dengan melihat teksturnya, sekarang sulit dilakukan. Hal ini disebabkan tekstur kulit sintetis menyerupai dan lebih sempurna dibanding kulit asli. jadi ini yang membuat orang awan sering tertipu.

Mudah-mudahan tips ini bisa memberi sedikit pengetahuan cara memilih produk kulit.